Selasa, 23 Agustus 2016

SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU

QUO VADIS GENERASI MUDA? Oleh: Farhan Aji Dharma (Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga 2016-2017) Sejak dahulu, generasi muda selalu diidentikkan sebagai mesin sekaligus roda penggerak sebuah perubahan. Kekuatan generasi muda senantiasa mampu membawa pengaruh besar dalam segala lini dan medan. Dalam berbagai skala, baik kecil maupun besar. Dari perubahan pada lingkungan hingga perubahan besar-besaran dalam sistem kenegaraan. Sebut saja upaya menjemput kemerdekaan Indonesia. Hampir didominasi seluruhnya oleh kaum muda dari berbagai latar dan wilayah yang beragam. Dan hasilnya, tidak ada yang mampu menahan gelombang perlawanan yang memang tak akan mampu dicegah, digagalkan bahkan sekadar ditahan. Suara dan semangat kaum muda dalam gerakan reformasi 1998 yang berhasil meruntuhkan kediktatoran dan melahirkan sistem baru dalam ketatanegaraan juga membuktikan bahwa eksistensi dan perlawanan mereka tak pelak harus diperhitungkan. Waktu tak pernah memperdulikan keadaan. Mengiringi perubahan dan berbagai kenyataan. Generasi muda dalam perjalanan regenerasinya bersua dan tersandung-sandung dalam kubangan dan lubang jalan. Wajah mereka yang dahulu menyiratkan keberanian dan kewibawaan, kini luntur berganti wajah silau nan sendu dan menyiratkan ketidakpedulian. Krisis moral dan menjamurnya permasalahan sosial yang hinggap dalam jiwa generasi muda saat ini kiranya telah menjadi musuh besar yang mau tidak mau harus segera ditumpas dan dibumihanguskan. Musuh besar itu lahir dari berbagai sebab yang sifatnya sangat fundamental. Krisis Iman, kemajuan tekhnologi, perubahan sosial, hilangnya sosok tauladan, dan berbagai masalah mendasar lain. Yang pada akhirnya melahirkan karakteristik generasi zaman yang manja, tidak bertanggungjawab, tidak jujur, tidak memiliki etos kerja yang tinggi, tidak berpikir jauh ke depan, terlena dalam orientasi keduniaan, terjebak dalam kebingungan dan bermacam kegetiran realitas nan memilukan lain. Fenomena menyedihkan ini kiranya menjadi bahan intropeksi yang wajib direnungkan oleh seluruh organisasi kepemudaan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), salah satu wadah generasi muda yang berfokus pada ranah kemahasiswaan sebagai kontrol sosial dan agen perubahan, telah berpikir dan sekaligus bertindak dalam-dalam dan masak-masak menanggapi dan berupaya mengembalikan identitas generasi muda sebagaimana yang telah terbangun sebagai sebuah kekuatan besar masa itu. Dalam menghadapi berbagai permasalahan ke-Bangsaan dan ke-Ummatan, IMM berdiri di garda depan sebagai role model kembalinya marwah dan karakteristik generasi muda yang kuat dan berciri khas. Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual. Jargon santun nan berkharisma itu menjadi ruh gerak IMM dalam ikhtiarnya melawan realitas generasi muda yang menyedihkan. Dihidupkannya diskusi membahas realitas ke-Ummatan dan ke-Bangsaan, diaktifkannya dakwah sosial sebagi tanggungjawab IMM yang menjadi wadah kaum muda Islam, dihidupkannya mental wirausaha dalam menghadapi konstelasi pasar dunia yang nantinya akan berdampak pada kondisi ekonomi Bangsa, penguatan sistem perkaderan untuk menyemai dan mewariskan perjuangan, pelatihan kepemimpinan sebagai kawah candradimuka bibit unggul pemimpin masa depan, aktif melakukan pengawasan kebijakan terhadap semua pihak yang memiliki kewenangan, membumikan sifat arif, bijaksana serta dewasa dalam berpikir, berbicara dan bertindak, dan bermacam usaha lain. Harapannya, generasi muda khususnya generasi muda Islam yang berada di ranah kemahasiswaan sebagai gerakan intelektual, harus memulai langkah-langkah panjangnya merespon keadaan yang demikian mengkhawatirkan. Bukan justru semakin tenggelam dan terlenakan, yang pada akhirnya generasi muda ke depan akan menjadi generasi gagal, tidak dapat diandalkan dan terus mengalami kemunduran. Semoga dalam waktu ke depan, peradaban idaman yang sama-sama diharapkan, mampu diwujudkan dan kemudian dirasakan oleh semua elemen kemasyarakatan dalam konteks ke-Bangsaan dank ke-Ummatan. Aamiin. Jangan ragu gabung IMM!

0 komentar:

Posting Komentar